Laman

20101120

“Pak’e” Hani Merdeka



Ketua KPJ Bogor ini, adalah lelaki yang paling populer dikalangan pengamen dan pejabat Kodya Bogor. Kalo nggak percaya, cobalah telpon Pak Walikota Bogor Ir.Diani B. Maka , bisa dipastikan , orang nomor satu di Kota Madya Bogor itu pasti hafal akan segala identitas “Pak’e”. 
Sesungguhnya Hany Merdeka adalah pria Jawa Kelahiran Surabaya. Tapi kecintaannya pada dunia kehidupan Jalanan, membuatnya betah tinggal di kota Hujan.  Dari aktivitasnya mengamen dan mengkoordinir berbagai kegiatan anak jalanan, ia tetap tak lupa memikirkan pendidikan dua anaknya. Putri pertamanya kini telah lulus dari Fakultas Kedokteran UNS Solo. Sementara anak lelakinya masih dibangku SMA. Hany tak malu membiayai pendidikan anak-anaknya dari hasil ngamen.

Tomy yang Lincah dan Energik


Tomy, demikian teman KPJ Bogor biasa memanggilnya. Anak belasan tahun, berkulit putih dan piawai menabuh  tifa,bongo,dan gendang itu, ternyata juga banyak menghafal lagu2 pop.
Dari raut muka dan tampilan fisiknya, nampak ia cukup “kenyang” menghirup denyut debu Jalanan bersama para pengamen Bogor. Jika lagi nyanyi bareng-bareng, dan banyak anak lainnya lupa lirik, biasanya Tomy akan segera menyaut melanjutkan dengan lancar. Semoga hari depanmu kian baik Tom!

Ngamen Itu Indah

Di usia belasan tahun , saat aku masih SMK, aku mulai memberanikan diri belajar ngamen. Bersama adik kelas  dan teman aktivis Jalanan, aku mulai memasuki beberapa wilayah perumahan Jakarta.

Kehadiran kami di beberapa perumahan menengah , di Jakarta Selatan, sering dapat sambutan positip oleh warga penghuni- dibanding  negatipnya yang cuma dikit.
Hasil ngamen biasanya kami bagi rata bertiga, setelah dipotong buat  transport dan makan. Tapi, waktu ngajak Heri, temanku yang agak "gokil", semua jatah bagian dia dihabisin buat jajan, sementara kami yang lain, karena sudah makan bersama, jatahnya pembagian hasil ngamen masih utuh. Apalagi kali Heri lagi kumat ngrokoknya! Wah bisa nombok dia!